Download Free Audio Life Traveler Books

Declare Books During Life Traveler

Edition Language: Indonesian
Download Free Audio Life Traveler  Books
Life Traveler Paperback | Pages: 381 pages
Rating: 3.91 | 1849 Users | 170 Reviews

Point Based On Books Life Traveler

Title:Life Traveler
Author:Windy Ariestanty
Book Format:Paperback
Book Edition:Deluxe Edition
Pages:Pages: 381 pages
Published:September 2011 by GagasMedia
Categories:Travel. Nonfiction. Asian Literature. Indonesian Literature

Chronicle Concering Books Life Traveler

‘Where are you going to go?’ tanyanya sambil meletakkan secangkir teh hangat di meja saya.

‘Going home.’ Saya menjawab singkat sambil mengamati landasan pacu yang tampak jelas dari balik dinding-dinding kaca restoran ini.

‘Going home?’ Ia berkerut. ‘You do not look like someone who will be going home.’

Kalimat inilah yang membuat saya mengalihkan perhatian dari bulir-bulir hujan yang menggurat kaca. ‘Sorry. What do you mean?’



(Satu Malam di O’Hare)

***

Kadang, kita menemukan rumah justru di tempat yang jauh dari rumah itu sendiri. Menemukan teman, sahabat, saudara. Mungkin juga cinta. Mereka-mereka yang memberikan ‘rumah’ itu untuk kita, apa pun bentuknya.

Tapi yang paling menyenangkan dalam sebuah perjalanan adalah menemukan diri kita sendiri: sebuah rumah yang sesungguhnya. Yang membuat kita tak akan merasa asing meski berada di tempat asing sekalipun…

… because travelers never think that they are foreigners.



*****

“… Windy membuat buku ini istimewa karena kepekaannya dalam mengamati dan berinteraksi. Ia juga seorang penutur yang baik, yang mengantarkan pembacanya dalam aliran yang jernih dan lancar. Dan bagi saya, itulah yang melengkapkan sebuah buku bertemakan perjalanan. Pengamatan internal, dan tak melulu eksternal.”

—Dewi "Dee" Lestari, penulis



“Semua orang bisa pergi ke Vietnam, Paris, bahkan Pluto. Tapi, hanya beberapa saja yang memilih pulang membawa buah tangan yang mampu menghangatkan hati.

Windy berhasil menyulap perjalanan yang paling sederhana sekalipun jadi terasa mewah. Bahkan, celotehannya dalam kesendirian terdengar ramai. Ramai yang membuat nyaman.”

—Valiant Budi @vabyo, penulis

Rating Based On Books Life Traveler
Ratings: 3.91 From 1849 Users | 170 Reviews

Rate Based On Books Life Traveler
It takes 3 days to read this Book. I compared to many books in travelling genre, then this one (Life Traveller) makes me more positive from how she totally has a great interaction with People she met in every city.You know? She is one of the Best Writer in Indonesian Traveller. You can check her Story in windyariestanty.com.I think you will have a lot of curiosity in her blog, Twitter and Instagram.

Dari banyak penulis dalam negeri yang saya sukai, ada tiga orang yang selalu membuat saya ingin berguru pada mereka setiap selesai membaca tulisannya. Dua orang adalah teman yang saya temui dalam suatu komunitas beberapa tahun lalu. Satu orang sudah sukses menelurkan beberapa novel. Seorang lagi sukses menerbitkan sendiri sebuah buku yang ia tulis berduet dengan temannya. Yang terakhir adalah penulis buku yang akan saya ceritakan ini; Windy Ariestanty. Tulisan mereka bertiga, entah kenapa selalu

Perihal: Surat untuk Seorang PenulisKak Windy,Tentu kau tahu saya bukanlah seorang pembaca yang baik dan bukanlah seorang penulis resensi yang arif. Saya hanya menulis tentang apa yang ingin saya tulis, saya tidak pernah peduli dengan pembaca yang akan menilai apa dan apakah tulisan saya kelak dipuji atau dicerca. Dengan menyandangi apa yang dikatakan oleh Seno Gumira Ajidarma, setidaknya tulisan yang sudah dilemparkan ke tengah masyarakat, ia sudah menjadi milik publik dan penulis tidak berhak

Pasti menyenangkan bila diberi kesempatan untuk bisa berkeliling dunia. Pengalaman yang menakjubkan, berkenalan dengan orang dari berbagai penjuru dunia, bisa wisata kuliner, dan pulang dengan berbagai buah tangan mancanegara. Dan pastinya pengalaman itulah yang tidak bisa didapatkan banyak orang, priceless!Bosan dengan rutinitas pekerjaannya yang dilakukan setiap hari Windy dan teman-temannya memutuskan untuk melakukan perjalanan keliling Indochina. Bersama Mia, Ari, dan Echa, Windy memulai

Sebagai seseorang yang belum lama menyukai traveling books, saya cukup hati - hati dalam membeli buku traveling.Dimulai dari serial Naked Traveler, menyadarkan saya kalau saya bisa sangat menikmati catatan perjalanan seseorang yang telah melihat berbagai warna di belahan lain bumi ini. And actually this is my second book about traveling, and I loved it so muchWho says never judge a book by it's cover? saya memperhatikan buku ini justru karena cover-nya yang, menurut opini saya, menyiratkan



Isi bukunya keren ... pake banget :)

Comments

Popular posts from this blog